Mengartiakan Sifat Mustahil Allah
Pada
materi yang lain kita telah mengenal 13 sifat mustahil Allah SWT. Pada materi
ini, kita akan lanjutkan dengan pengertian dan artinya.
1. 1
‘Adam
‘Adam arinya
tidak ada. Maksudnya tidak mungkin Allah itu tidak ada, karena setiap sesuatu
yang ada pasti ada penciptanya. Contoh adanya meja, kursi, dan lemari pasti ada
tukang yang membuat.
2. 2
Hudus
Hudus artinya baru/bermula. Allah SWT. Yang menciptakan
alam semesta ini, tentu saja Allah SWT. Lebih dulu ada dari pada alam yang diciptakan-Nya.
Maka adanya alam beserta seisinya pasti keberadaanya didahului oleh Allah.
3. 3
Fana
Fana artinya rusak/binasa. Mustahil Allah
rusak/binasa, karena Allah pencipta pasti tidak sama dengan ciptaan-Nya. Semua
yang diciptakaan Allah akan rusak/binasa.
Contoh:
Manusia muda terluka dan sakit,
bahkan sampai meninggal. Demikian pula makhluk Allah yang lain seperti
tumbuhan, hewan, bahkan malaikat sekalipun akan mengalami kebinasaan.
4.4
Mumasalatu lilhawadisi
Mumasalatu lilhawadisi artinya sama dengan makhluk.
Allah menciptakan bumi, manusia, tumbuhan, dan seluruh isi alam semesta.
Mustahil bagi Allah menciptakan sesuatu yang sama dengan Allah, baik wujud
maupun sifat-sifat-Nya. Misal seorang pembuat laptop. Tentu bentuk dan sifatnya
tidak sama dengan laptop yang dibuatnya.
5.5
Ihtiyaju Ligairihi
Ihtiyaju Ligairihi artinya membutuhkan yang lain.
Makhluk hidup ciptaan allah, tidak dapat berdiri sendiri. Semua makhluk
membutuhkan bantuan yang lainnya.
Misalnya, manusia bila mau pandai minta bantuan orang
lain. Lain dengan Allah, tidak membutuhkan bantuan yang lai, berupa apapun dan
sampai kapanpun.
6. 6
Ta’addud
Ta’addud artinya berbilang/lebih dari satu. Mustahil
Allah lebih dari satu, bila Tuhan lebih dari satu, dunia akan kacau
balau/hancur. Contoh, sebuah negara dipimpin oleh 2 orang persiden secara
bersamaan maka negara akan kacau, karena keinginan, persiden satu dengan yang
lain berbeda.
7.7
‘Ajzun
‘Ajuzn artinya lemah. Maksudnya mustahil Allah
bersifat lemah, tidak mampu memelihara alam semesta. Allah mengatur pergantian
siang dan malam, menata pemandangan yang indah, ada yang lahir dan ada yang
mati. Manusia tidak akan mampu mengatur semua itu.
8.8
Karahah
Karahah artinya terpaksa. Maksudnya mustahil Allah
bersifat terpaksa, segala sesuatu yang dilaksanakan dengan terpaksa hasilnya
tidak akan memuaskan atau maksimal dan sempurna bahkan tidak akan terwujud.
9.9
Jahlun
Jahlun artinya bodoh. Maksudnya mustalhil Allah
bersifat bodoh. Ilmu Allah tidak dapat disamakan dengan manusia, ilmu Allah
tidak terbatas.
1.10
Mautun
Mautun atinya mati. Allah adalah Zat yang ada dengan
sendiri-Nya. Adanya Allah swt. Bersifat kekal, tidak akan berakhir, tidak akan
mati seperti makhluk-Nya.
1.11
Summun
Summun arinya tuli. Allah dapat mendengar segala
sesuatu tampa menggunakan telinga seperti manusia. Pendengaran manusia
terbatas, tapi pendengaran Allah tidak terbatas.
1.12
‘Umyun
‘Umyun artinya buta. Allah adalah pengendali dan
pengatur alam raya. Untuk mengatur alam raya ini, Allah melihat segala hasil
ciptaan-Nya. Oleh karena itu tidak mungkin Allah buta, seandanya buta dia tidak
akan dapat mengendalikan alam semesta ini.
1.13
Bukmun
Bukmun artinya bisu, maksudnya mustahil atau tidak
mungkin Allah itu bisu, buktinya Allah mengeluarkan Al-Qur’an sebagai kalam
Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw, melalui malaikat Jibril.
Post a Comment